Tampilkan postingan dengan label ISIS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ISIS. Tampilkan semua postingan
Senin, September 15, 2014

Surat ancaman ISIS untuk SBY ditemukan pegawai pos di Batam

Bendera ISIS

Kapolda Kepulauan Riau Brigjend Pol Arman Depari memastikan pengirim surat ancaman dari jaringan Negara Islam di Irak dan Syria (ISIS) untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang ditemukan Petugas Kantor Pos Batam hanyalah orang iseng.

"Itu hanya orang iseng," kata Kapolda usai menghadiri peresmian Politeknik Pariwisata Batam (Batam Tourism Polytechnic/BTP) di Batam Kepri, seperti dikutip dari Antara, Senin (15/9).

Kapolda mengatakan Polri belum mengetahui identitas pengirim surat yang isinya mengancam akan mengebom ibu kota Jakarta itu. "Identitas asli belum, kalau identitas yang palsu ada," kata Kapolda.

Aparat kepolisian juga belum memeriksa petugas Kantor Pos Batam untuk menyelidiki pengirim surat ancaman itu. Kapolda mengatakan sampai saat ini Polda Kepri juga belum membuat operasi pengamanan khusus untuk mengawasi pergerakan warga negara asing di provinsi kepulauan itu dalam mengantisipasi penyebaran gerakan ISIS.

Meskipun Kepri adalah pintu masuk WNA ke tiga terbesar di Indonesia setelah Jakarta dan Bali, namun menurut Kapolda, kondisi di Kepri masih terkendali.

"Pengawasan kami lakukan terus, tidak perlu terkait ISIS, kami lakukan," kata pria yang baru menjabat Kapolda Kepri beberapa pekan.

Sementara itu, di Palu, polisi menangkap empat orang WNA karena diduga terlibat jaringan ISIS. Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Kepolisian Indonesia, Komisaris Besar Polisi Agus Riyanto mengatakan empat WNA itu ditangkap Polda Sulawesi Tengah dan Detasemen Khusus 88 Anti Teror di Desa Marantale, Kecamatan Siniu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Dari identitas yang didapat, mereka adalah A Basyit, A Bozoghlan, A Bayram, A Zubaidan, yang awalnya diduga sebagai warga negara Turki. Riyanto mengaku sejauh ini pihaknya menduga keempat warga asing itu berencana ke Poso untuk bergabung dengan kelompok Santoso yang difasilitasi terduga teroris, Mochtar, yang berada di Poso, yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang.
Selasa, Agustus 26, 2014

Ketua PBNU:ISIS tidak direstui Islam. Saya tanggung jawab dunia akhirat ngomong begini

#ISIS

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siraj menegaskan, gerakan Negara Islam Irak-Suriah (ISIS) merupakan ajaran sesat dan tidak direstui agama Islam.
"ISIS tidak direstui Islam. Saya taunggung jawab dunia akhirat ngomong begini," kata Said Aqil dalam diskusi bertema "Indonesia Merespons Ancaman ISIS" di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin (25/8/2014).
Pernyataan Said Aqil didasarkan pada aksi kekerasan yang dilakukan kelompok garis keras asal Timur Tengah itu. Menurut Said Aqil, tindak kekerasan yang ditunjukan kelompok radikal ISIS bukan mencerminkan ajaran agama Islam. Meski dalam tiap aksi yang mereka lakukan kerap membawa agama Islam
"Perilaku kekerasan atas nama apapun kepada siapapun tidak dibenarkan dalam Islam," tandas Said Aqil.


Source : http://www.islamtoleran.com/ketua-pbnuisis-tidak-direstui-islam-saya-tanggung-jawab-dunia-akhirat-ngomong-begini/
Jumat, Agustus 22, 2014

Bila Terbukti Terlibat ISIS, 2 Warga Depok Berhadapan Dengan Densus 88 #ISIS


Aksi kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syriah (ISIS) di berbagai belahan dunia sangat brutal. Tak ayal, kehadirannya di Indonesia sangat mengkhawatirkan masyarakat.



Termasuk yang terjadi di Depok Jawa Barat. Warga Jalan STM Mandiri RT 004 RW 09, Kemirimuka, Beji, Depok, dengan sigap langsung melaporkan ada tetangganya yang memasang bendera ISIS di dinding rumah. Maklum saja, Depok pernah punya pengalaman panjang baik menjadi lokasi ledakan bom atau pun tempat persembunyian terduga teroris.

Polisi pun langsung melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap 2 warga bernama Firman Hidayat dan Muhammad Firdaus Silalahi. Polisi masih mendalami apakah ayah dan anak itu terlibat jaringan teroris atau hanya ikut paham ISIS.

"Belum. Kita mendalami dulu kepatuhannya dan keterkaitannya seperti apa," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di kantornya, Jumat (22/8/2014).

Pemeriksaan juga bertujuan untuk mengetahui apakah keduanya terlibat dalam jaringan teroris tertentu. Kalau ditemukan adanya indikasi itu, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Densus 88 Antiteror.

"Sejauh ini belum ada koreksi ke mana-mana. Hasil pendalaman akan kita konfirmasikan ke Densus 88 mana kala ada kaitannya," ucap Rikwanto.

Kalau dalam pemeriksaan ditemukan ada indikasi keterlibatan keduanya dengan jaringan teroris tertentu, baik Firman maupun Firdaus bisa saja dikenai pasal pidana. Terlebih keduanya miliki peran khusus dalam sebuah jaringan teroris.

"Kalau kejadian ini ada terkait terorisme, menjadi penyandang dana misalnya atau yang lainnya bisa dipidana. Tapi sejauh ini masih didalami apa keterkaitannya," tutup Rikwanto
Jumat, Agustus 22, 2014

Polisi Dalami Keterlibatan 2 Warga Depok dengan ISIS #ISIS



Warga Jalan STM Mandiri, RT 004/RW 09, Kemiri Muka, Beji, Depok, Jawa Barat dikejutkan dengan temuan warganya yang diduga terlibat jaringan radikal Islamic State of Iraq and Syriah (ISIS). Polisi juga sudah menangkap 2 warga.


Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, saat ini pihak kepolisian dari Polresta Depok sedang melakukan pemeriksaan mendalam terhadap kedua warga bernama Firman Hidayat dan Muhammad Firdaus Silalahi itu. Polisi mendalami sejauh mana keterlibatan keduanya dengan jaringan ISIS.

"Kedalamannya sedang diperiksa, apa karena seide atau sepemahanam dengan konsep ISIS. Masih kita dalami," kata Rikwanto di kantornya, Jumat (22/8/2014).

Menurut Rikwanto, mengetahui sejauh mana keterlibatan kedua warga ini sangat penting. Karena banyak faktor yang membuat orang tertarik dengan paham ini.

"Karena cukup banyak ya. Ada yang melihat yang penting warga Islam lalu wajib diikuti apalagi berbau khilafah Islamiah. Nah ini yang masih kita dalami," lanjut Rikwanto.

Dalam penangkapan itu, polisi berhasil mengamankan beberapa barang bukti. Selain bendera ISIS yang dipasang di dinding rumah, polisi juga menyita rompi airsoft gun.

"Barang bukti yang kita amankan, 1 unit laptop, 1 bendera ISIS, 3 bendera bertuliskan kaligrafi hitam, beberapa stiker bertuliskan Daulatul Islam Baaqiyah, 1 rompi untuk airsoft gun, dan 1 KTP," tutup Rikwanto
Jumat, Agustus 22, 2014

AS Targetkan Serang ISIS di Bendungan Mosul Irak #ISIS


Jet-jet tempur Amerika Serikat melakukan 6 serangan ke beberapa posisi Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di sekitar Bendungan Mosul, Irak pada Kamis 21 Agustus kemarin waktu setempat. 
serangan itu menghancurkan 4 kendaraan dan beberapa bom rakitan. Sejak 8 Agustus, sudah 90 kali serangan dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS) kepada target-target kelompok ISIS di Irak. 
Pada Rabu 20 Agustus lalu, Presiden Amerika Serikat, Barack Obama menegaskan, AS tidak akan menghentikan serangan udaranya terhadap kelompok ISIS. Meski militan menebar ancaman.
Apalagi pemenggalan terhadap wartawan asal AS James Foley makin menguatkan bukti bahwa kelompok ISIS tidak mewakili agama apapun. Presiden Obama berjanji AS akan melakukan segala upaya untuk melindungi warga negaranya.
Minggu, Agustus 10, 2014

AS Serang Konvoi dan Persenjataan ISIS di Irak



Pesawat militer Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan tahap kedua terhadap sejumlah target Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Irak bagian utara.

Seperti banyak di tayangkan oleh beberapa media TV, 2 pesawat FA18 berangkat dari kapal induk menjatuhkan bom ke artileri kelompok ISIS. Serangan lain ditargetkan pada konvoi dan posisi mortir kelompok ISIS.

Serangan dilakukan menyusul pergerakan kelompok ISIS yang telah mencapai wilayah berjarak 30 menit dari Kota Irbil di Irak yang merupakan salah satu kota penghubung bagi perusahaan-perusahaan minyak AS.

Kelompok ISIS semakin berbahaya karena mereka telah mengambil alih bendungan terbesar di Irak yang membuat mereka bisa membanjiri kota-kota di Irak dan memotong suplai air serta listrik.

Selain itu, AS juga kembali menyebarkan bantuan kemanusiaan untuk warga sipil lewat pesawat jet mereka. Di antaranya berisi hampir 30.000 paket makanan serta ribuan liter air.

Keterlibatan militer AS dalam menghadapi ISIS yang kini telah berubah nama menjadi Daulah Islam (IS) itu terjadi setelah Presiden Barack Obama memberi wewenang militer untuk melancarkan serangan udara. Pada posisi militan IS, Obama menegaskan tindakan dilakukan untuk mencegah genosida lebih luas di Irak.

IS berhasil menancapkan kekuasaan lebih luas di Irak setelah menggempur Kota Sinjar yang dihuni suku minoritas Yazidi pada Sabtu pekan lalu 2 Agustus. Serangan IS di Sinjar memaksa 50.000 warga Yazidi pergi meninggalkan tempat tinggalnya dan kini hidup telantar di wilayah pegunungan Sinjar.

Rabu, Agustus 06, 2014

Imam Besar Masjid Istiqlal: ISIS Tak Lahir dari Rahim Umat Islam




Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta KH Ali Musthofa Yaqub menyebutkan, gerakan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) bukanlah organisasi yang lahir dari tubuh umat Islam, melainkan dari kalangan-kalangan luar Islam yang ingin membuat perpecahan dalam Islam di dunia.

"Saya dengar dari Kedutaan Besar Irak, sebenarnya kelompok itu (ISIS) justru berada di bawah jaringan Al Qaeda. ISIS itu tidak dilahirkan dari rahim umat Islam, tapi dari luar umat Islam," kata Ali pada konferensi pers di kawasan Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Rabu (6/8/2014).
Ali menambahkan, hal itulah yang mendasari tindakan-tindakan ISIS melakukan hal-hal yang bertentangan dengan ajaran Islam yang sesungguhnya. Ia mencontohkan tindakan anggota ISIS yang membunuh umat Islam di luar organisasi mereka dan juga membunuh umat-umat pemeluk agama lain.

"Islam tidak mengajarkan untuk membunuh non-Muslim tanpa alasan yang jelas. Itu bukan ajaran Islam, apalagi membunuh saudara sesama Muslim," ucap Ali.

Ketua Ikatan Imam Masjid ini juga menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja pemerintah yang cepat tanggap dalam membatasi ruang gerak ISIS di Indonesia. Ali menegaskan, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia tak boleh digoyang hanya karena mulai tersebarnya paham ISIS.

Lebih jauh, Ali juga meminta kepada ulama-ulama di seluruh Indonesia agar membentengi umat Islam dari ajaran-ajaran radikal, terutama Muslim yang berusia muda, yang masih dianggap punya pemahaman dangkal tentang ajaran Islam.

"Kalangan Islam yang muda itu semangat keagamaannya tinggi, (sedangkan) pemahaman Islam rendah, ini yang harus dibentengi," ujar Ali.
Rabu, Agustus 06, 2014

Nama Kelompok Militan Irak, ISIS atau ISIL?




Semua orang tampaknya sepakat bahwa kaum ekstremis Sunni yang berusaha untuk mengukir sebuah kekhalifahan di Suriah dan Irak telah mengacaukan kawasan itu. Namun tidak ada konsensus tentang bagaimana harus menyebut kelompok militan tersebut, setidaknya dalam bahasa Inggris.

Fairfax Media, bersama sejumlah kantor berita, termasuk Associated Press, dan pemerintah AS, menyebutnya sebagai Negara Islam di Irak dan Levan atau ISIL yang merupakan singkatan dari Islamic State in Iraq and the Levant. Namun di banyak media lain, termasuk New York Times, terjemahan untuk nama kelompok itu adalah Negara Islam di Irak dan Suriah atau ISIS yang merupakan singkatan dari Islamic State in Iraq and Syria.

Dalam bahasa Arab, kelompok itu bernama Al-Dawla al-Islamiya fi al-Iraq wa al-Sham. Jika diterjermahkan, tiga bagian pertama nama ini cukup sederhana yaitu "Negara Islam di Irak dan ..." Kesulitan terjadi pada kata terakhir.

Al-Sham merupakan istilah bahasa Arab klasik untuk Damaskus dan wilayah daratan sekitarnya, dan dari waktu ke waktu, nama itu merujuk ke daerah antara Laut Tengah dan Sungai Efrat, di selatan Pegunungan Taurus dan di utara gurun Arab. Sama halnya di Mesir, "Masr" dapat merujuk baik ke Kairo atau ke seluruh negeri. Jika digunakan dalam arti itu, al-Sham tidak hanya mencakup Suriah tetapi juga Israel, Yordania, Lebanon dan wilayah Palestina, dan bahkan bagian tenggara Turki.

Area itu hampir sama dengan apa para pakar geografi Barat sebut sebagai Levant, sebuah istilah yang pernah lumrah di masa lalu tetapi kini bernuansa antik, seperti penyebutan "(wilayah) Timur". Karena ada asosiasi kolonial Perancis dari istilah tersebut, banyak kaum nasionalis Arab dan Islam radikal tidak menyukainya, dan tidak mungkin bahwa kelompok militan itu akan memilih "Levan" untuk nama mereka.

Namun para pemberontak itu juga tidak suka dengan nama "Suriah". Suriah merupakan nama yang diberikan orang-orang Yunani untuk daerah itu pada zaman dulu, mungkin setelah orang-orang Asyur pernah tinggal di sana, meskipun asal-usul itu diperdebatkan. Dan pada suatu saat di masa dulu, istilah "Suriah" digunakan khusus untuk orang Kristen Suriah, sementara orang Muslim atau Yahudi yang tinggal di sana akan disebut Shami. Dewasa ini, ketika orang-orang Arab berbicara tentang Suriah, mereka biasanya hanya merujuk ke negara modern (Suriya dalam bahasa Arab), dimana kelompok pemberontak itu berjuang untuk melenyapkannya.

Ali Adeeb, seorang profesor bahasa Arab di New York University, mengatakan, resonansi sejarah adalah inti dari pemakaian kata itu. "Ketika mereka pertama kali memikirkan nama itu, mereka berpikir dengan mentalitas abad ketujuh atau kedelapan, sama seperti penafsiran mereka tentang agama dan kehidupan yang mereka ingin ciptakan," kata Adeeb. Dia mencatat bahwa dalam sejumlah pernyataan kelompok itu, "mereka menggunakan kata-kata lama seperti 'ghazwa' untuk invasi, bukan kata modern pertempuran."

Jadi, jika bukan "Levan" atau "Suriah" untuk menerjemahkan "al-Sham," lalu apa terjemahannya?

Sejumlah penulis dan pakar geografi menggunakan "Suriah Raya," yang memang berbeda dengan kondisi negara Suriah saat ini. Namun hal itu akan menyebabkan adanya penambahan sebuah kata sifat yang justru tidak muncul dalam bahasa Arab. Kalau pun kata sifat itu ada, akan ada persoalan lagi dalam mencitpkan akronim. Atau, bisa saja singkatan ISIS yang sudah akrab itu merujuk ke Negara Islam di Irak dan al-Sham (Islamic State in Iraq and al-Sham), meskipun kata terakhir itu asing bagi para penutur di luar bahasa Arab.

Oke sekian Pembahasan tentang Nama Kelompok Militan Irak, ISIS atau ISIL?
Jangan lupa berkunjung lagi ya :))
BACA JUGA - Imam Besar Masjid Istiqlal: ISIS Tak Lahir dari Rahim Umat Islam

Teman.

Back to Top